Rabu, 19 Maret 2014

Hafalan Terjemahan Ayat


Ini hafalan waktu jadi pembaca sari tilawah saat ikut lomba MTQ Kabupaten di Mukok dan Provinsi di Melawi 2 tahun yang lalu.
Hahaha,, mengingat masa lalu.

Remaja dan Pemuda Sebagai Generasi Penerus Bangsa
·       Surah An-Nisa Ayat 9 :
“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya (mereka) meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”
·       Surah Al-Kahfi Ayat 13 :
“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya, mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan kami tambahkan petunjuk kepada mereka.”

Al-Quran dan Rancang Bangun Masa Depan Peradaban Manusia
·       Surah Yunus :
“Hai Manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada (dalam dada) dan petunjuk serta berkat bagi orang-orang yang beriman.”
·       Surah Al-A’raf Ayat 96 :
“Jikalau sekiranya, penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan  kepada mereka berkat dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya .”

Menata Kembali Moral Etik Bangsa Indonesia
·       Surah Al-A’raf Ayat 96
“Jikalau sekiranya, penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan  kepada mereka berkat dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya .”
·       Surah Al-Isra Ayat 16 :
“Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
·       Surah Luqman Ayat 17 :
“Hai Anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang  munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya, yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah.”

Jepang

Jepang adalah satu di antara negara yang ada di dunia. Jepang merupakan negara yang maju.

Rabu, 12 Maret 2014

Penggunaan Bahasa Alay

           Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional yang digunakan oleh seluruh warga negara Indonesia dalam berkomunikasi ditengah beragamnya bahasa daerah yang terdapat di Indonesia. Kehadiran bahasa Indonesia diharapkan dapat menjalin persatuan dan kesatuan bangsa dengan terhubungnya komunikasi yang baik melalui bahasa itu sendiri.
 Banyak para ahli yang mengutarakan pendapatnya tentang bahasa. Menurut Ferdinand de Saussure, bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok lain. Menurut Plato, bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut. Selain pendapat para ahli, bahasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri.
       Di era globalisasi seperti saat ini, penggunaan bahasa Indonesia yang baik di kalangan remaja dalam kehidupan sehari-hari terlihat semakin memprihatinkan. Bahasa seolah dijadikan sasaran yang tepat untuk bahan ejekan hanya untuk kesenangan belaka. Penggunaan bahasa yang baik pun mulai memudar dan tergeser oleh penggunaan bahasa lain di luar bahasa Indonesia. Dengan penggunaan  bahasa-bahasa tersebut para remaja menganggap bahwa dirinya adalah orang modern, orang kota dan bukan orang daerah yang kurang modern atau biasa disebut orang kampungan. 
          Satu diantara faktor yang mempengaruhi penggunaan bahasa yang tidak dikenal itu ialah untuk bahasa sendiri (individu). Bahasa yang digunakan tersebut dianggap mudah dimengerti bagi orang yang membuat dan menggunakannya. Yang lebih memprihatinkannya lagi bahwa, fenomena ini tidak hanya menjamur di daerah metropolitan saja bahkan wilayah yang jauh dari kota besar pun terjangkit dan merasakan kehadiran fenomena ini.        
            Adanya pergaulan sosial tanpa batas yang dilakukan oleh para remaja inilah yang membuat bahasa-bahasa yang demikian menjamur di negeri ini. Disetiap kali pembicaraan selalu saja terselip satu atau dua kata dari bagian bahasa tersebut, baik didalam kondisi yang non-formal maupun formal sekalipun. Saya membuat sebuah contoh, misalnya saja didalam sebuah forum formal yang dihadiri oleh kaum intelek, seseorang ditugaskan untuk menyampaikan sebuah pidato. Penyampai pidato tersebut menyisipkan kalimat “loe, gue, end” disela-sela pidatonya. Hal ini sudah pasti akan mengundang banyak reaksi dari pendengar. Ada yang tertawa dan ada pula yang mengkritisi hal ini karena dianggap tidak pantas untuk diucapkan saat situasi formal seperti itu.
             Ada banyak contoh bahasa yang tidak dikenal yang berkembang dikalangan para remaja saat ini yaitu bahasa gaul, bahasa alay, bahasa prokem (preman), bahasa G, dan bahasa Gay. Didalam esaay ini, saya akan membahas satu diantara contoh bahasa yang tidak dikenal tersebut yaitu bahasa alay.

Rabu, 05 Maret 2014

Puisi Tanpa Judul

Sebuah pena dan secarik kertas
Ku ambil, dan ku mulai menulis
Entah apa yang ingin ku tulis
Ku biarkan jariku menari bersama pena dengan bebas

            Satu persatu huruf mulai tertulis
            Satu persatu kata mulai terangkai
            Namun aku tetap sinis
            Kalimat-kalimat apa yang kini tengah ku untai

Kutanyakan pada rumput, ia tak bergoyang
Kutanyakan pada awan, ia tak berarak
Kutanyakan pada bintang, ia tak berkelip

Lantas, kepada siapa aku harus bertanya?
Kepada angin yang berhembus?
 Atau kepada udara yang ku hela?

Ini terlalu konyol untuk dipertanyakan
Begitu mudah, namun sulit aku ungkap
Makna dari semuanya aku tak pernah tahu
Dan ku biarkan kalimat-kalimat ini menyatu dengan sendirinya
Agar teruntai menjadi sebuah karya sederhana
Yang ku sebut itu, puisi tanpa judul.

Jomblo Kok Susah?

            Buat banyak orang, predikat “jomblo” itu bikin nyesek. Apalagi kalau malam minggu datang, wah, kayak orang paling gak laku sedunia. Teman yang punya pacar pada asyik-asyiknya hang out, makan malam romantis, nonton, atau bahkan cuma sekedar duduk-duduk manis di teras rumah sambil ngobrol santai. Tapi buat yang ngejomblo, malam minggu itu sama aja kayak malam-malam lainnya. Yang membedakan cuma besoknya libur karena hari Minggu. Kayak orang paling sendiri di dunia yang gak ada satu orang pun yang mau ngasih kasih sayang. (ooo,, malangnya nasibmu nak, nak)
 
            Tapi gak buat cewek satu ini, Syaina Aprilia. Cewek paling cantik di SMA Bakti Mulia Jakarta. Dia dapat predikat itu semenjak dia masuk ke sekolah itu, ya sekitar 3 tahun yang lalu lah. Sekarang dia udah kelas XII Bahasa dan selalu jadi peringkat pertama kelas dan umum. Dia juga anak yang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung. Sama kayak orang yang buat ni cerita (hahaha,, ngarep tingkat dewa :D)


            Banyak banget cowok-cowok yang naksir sama dia. Dari yang dapat predikat cowok paling ganteng (Cakra Adrian Surya), cowok paling tajir ( Zidane Febrian), cowok paling sporty (Andik Zulfa), cowok paling cool (Bondan Taksono), cowok paling pinter (Hariz Pramudia), cowok paling gaul (Christ Jordan), cowok paling brandal (Guntur Amzal), bahkan sampai cowok paling alim (Muhammad Hafiz Alkatiri) sama  cowok paling cupu (Wendi Andar) aja naksir sama dia. Coba pembaca bayangkan, seberapa sempurnanya Syaina itu. Subhanallah..


            “Na, gue denger si Hafiz naksir loe lho.”

            “Trus, gue harus bilang wow gitu..?? WOW”

            “Ya, gak gitu juga sih, tapi loe gak kepikiran buat pacaran emangnya..?? Kalau gue jadi loe, pasti udah gue pacarin tu cowok satu-satu. Kapan lagi coba ditaksir sama sebegitu banyaknya cowok yang paling berpengaruh di sekolah ini.”

            “Ya, mungkin bukan saatnya.”

            “Jawaban loe selalu gitu.”

            “Emangnya kenapa..?? Masalah..??”

            “Heemm,, terserah loe aja deh.”

            Itu adalah percakapan yang selalu dilakukan antara Syaina dan Franda, sahabat dekatnya Syaina saat mereka lagi duduk santai di kursi taman kota kalau lagi ngerjain tugas sekolah. Disela-sela ngerjain tugas, pasti ada aja selentingan pertanyaan dari Franda buat Syaina tentang cowok-cowok yang suka sama Syaina itu. Tapi selalu dijawab dengan kalimat “ya, mungkin bukan saatnya”, “ belum waktunya”, atau “nanti-nanti aja mikirnya”.